8/24/2020

Apa root android berbahaya ? ini jawabannya !

Bahaya ROOT, Apakah ROOT berbahaya, bahaya melakukan ROOT, Apa ROOT Android berbahaya, Dampak ROOT Android, Apa yang akan terjadi jika Android di ROOT, Boleh tidak melakukan ROOT Android, Garansi ROOT Android, ROOT Android dilarang, Efek ROOT Android, ROOT Android

Sekarang ini memang zamannya serba digital, mungkin kalian akan sependapat dengan kami terkait hal tersebut, karena seperti yang telah terlihat, segala sesuatu yang dulunya dilakukan secara Traditional, kini sudah berubah hampir 180 derajat, karena adanya Era Teknologi yang sangat cepat terjadi sekarang ini.

Jika, kita membandingkan 10 tahun yang lalu dengan sekarang ini, maka kita akan banyak sekali mendapati perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, jika dulunya kalian hanya bisa bermain games di Rental PS ataupun Warnet, maka sekarang ini nampaknya sudah mulai berubah.

Karena dengan satu alat saja yang kerap disebut sebagai sebuah Smartphone (Ponsel Pintar) maka hal yang sebelumnya terkesan ribet, ketika ingin menikmati hiburan bermain games, maka sekarang kalian sudah bisa menikmati hiburan tersebut dengan hanya bermodalkan sebuah Smartphone saja.

Lalu, untuk masalah Bisnis, Pekerjaan, Kehidupan, Hobi dan Komunikasi, semua hal tersebut sudah bisa diadopsi oleh yang namanya Smartphone tersebut, karena disini kata "Ponsel Pintar" bukan lagi menjadi sebuah kiasan.

Melainkan sudah menjadi sesuatu yang nyata, karena pada dasarnya Smartphone sekarang ini memang sudah berevelosi menjadi Perangkat Multifungsional, sehingga dapat diandalkan hampir dalam semua kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan dengan cepat dan efektif.

Jika, kita berbicara terkait masalah Smartphone tersebut, maka pembahasan tersebut tidak akan jauh dari yang namanya Smartphone Android dan Smartphone iPhone, karena pada dasarnya hanya 2 buah jenis Smartphone tersebut saja yang mendapatkan Exposure paling tinggi sekarang ini.

Namun, sejatinya kedua buah Smartphone yang telah kami sebutkan diatas, pada faktanya berbeda jauh, meski sama-sama merupakan sebuah Smartphone, ada perbedaan mendasar dan sangat terlihat bedanya, jika memang kita membandingkannya.

Hal tersebut terletak pada Sistem Operasi (OS) yang digunakan, karena Smartphone iPhone itu menggunakan OS bernama iOS yang dibuat oleh Perusahaan Teknologi Apple, kalau Smartphone Android itu dikembangkan oleh Perusahaan Internet terbesar didunia yaitu adalah Google.

Nah, bukannya OS Android dibuat oleh Google? mungkin kalian keliru dalam memahami informasi tersebut, silahkan baca artikel dibawah ini, agar kalian tahu terkait sejarah dari OS Android tersebut.


Selanjutnya, hal mendasar yang sangat berbeda dari pada kedua Smartphone iPhone dan Android itu terletak pada dukungan Developer pihak ke-3 nya.

OS Android itu bersifat Open Source dan iOS itu bersifat Close Source, kalian cukup hanya memahami hal ini saja, setelahnya kalian bisa melihat perbedaan tersebut secara lebih besar dan luas.

Baiklah, disini kita tidak akan membahas perbandingan dari iOS dan OS Android, melainkan hanya khusus berbicara terkait masalah Teknis yang ada pada Smartphone Android dari dulu hingga sekarang, yaitu adalah masalah ROOT.


Kenapa hal ini dibahas?


Mungkin banyak dari kalian menganggap hal ini tidak perlu dibahas lagi karena memang sudah jelas, tetapi pada kenyataannya, diluar sana ada banyak sekali pengguna dari Smartphone Android yang masih belum tahu terkait masalah ROOT tersebut.

Sehingga, setelahnya muncul banyak sekali pertanyaan dari masalah ROOT tersebut, ada pertanyaan yang memang bersifat Teknis dan Kritis, tetapi ada juga pertanyaan yang bersifat Intermezo atau levelnya biasa saja dan sudah jelas jawabannya.

Namun, yang akan kita bahas kali ini hanya masalah yang bersifat Teknis dan memang cukup membingungkan untuk diterjemahkan oleh sebagian orang, apalagi latar belakang pengguna dari Smartphone Android tersebut, ialah orang awam atau baru tahu dengan yang namanya OS Android.

Tentu saja, informasi yang akan kami bahas dibawah ini akan sangat dibutuhkan oleh mereka, karena kami sangat yakin, melakukan ROOT itu memang memerlukan pertimbangan yang matang, meski demikian sebenarnya kalian tidak perlu seserius itu untuk melakukan apa yang dinamakan dengan ROOT Android tersebut.

Maka, disini kami akan membuat semuanya menjadi Clear, agar kalian tidak perlu ragu lagi, jika memang ingin melakukan ROOT, apalagi Solusi dari permasalahan yang kalian hadapi, memang hanya bisa diselesaikan dengan Cara ROOT saja, maka artikel ini akan sangat bisa kalian andalkan dalam memutuskan keputusan yang akan kalian buat nantinya.

Namun, sebelum itu apa sih ROOT di Android tersebut ?


ROOT Android


Secara umum ROOT di Android itu merupakan sebuah mekanisme untuk bisa mengakses System OS Android lebih dalam dengan mengubah izin default  (Read Only) menjadi Custom (Read/Write), maka setelanya kalian bisa dengan mudah dan leluasa untuk mengubah config asal menjadi custom sesuai dengan yang kalian inginkan.

Jika, kita berbicara secara teknis, maka sudah jelas ROOT di Android tersebut memang dilakukan dengan cara tertentu dan terkesan hanya diperuntukan untuk sebagian orang saja, karena pada mekanisme kerja, memang sangat terkait dengan hal teknis, seperti Flash, Custom Recovery dan File Exploit.

Jika, informasi diatas belum cukup untuk kalian, maka kalian bisa menambah wawasan kalian dan bisa membuat hal tersebut menjadi jelas dan bisa dipahami, dengan cara mengunjungi artikel yang telah kami tulis dibawah ini :


Setelah, kalian sudah mengerti terkait "Hal Teknis" yang kami singgung sebelumnya, mungkin kalian masih akan bertanya, kenapa ROOT ini menjadi ada di OS Android saja?

Alasannya cukup sederhana saja, karena OS Android itu bersifat Open Source dan menggunakan basis Linux sebagai penopangnya, maka istilah ROOT tersebut memang sangat cocok untuk digunakan untuk menggambarkan kondisi Exploiting yang akan dilakukan pada sebuah Smartphone Android tersebut.

Smartphone seperti Apple iPhone, juga memiliki ROOT-nya sendiri, yang dinamakan dengan JailBreak, tetapi kalau ROOT di OS Android itu lebih luas lagi dalam urusan penggunaanya.

Maka, tidak heran jika banyak pengguna Android yang memang tertarik untuk melakukan ROOT pada Smartphone Android yang mereka gunakan sekarang ini.

Karena tidak bisa kita pungkiri ada beragam keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan adanya akses ROOT tersebut.

Lalu, apa saja keuntungan yang dimaksukan tersebut ?


Keuntungan ROOT Android


Jika, berbicara keuntungan melakukan ROOT pada Smartphone Android, maka akan ada banyak sekali untungnya, baik dari segi Pengguna biasa ataupun bagi pada Pengembang (Developer).

Kalau kita jelaskan satu-satu, mungkin artikel ini akan menjadi sangat panjang, maka dari itu disini kita ambil keuntungan secara umumnya saja, yaitu adalah sebagai berikut :

  1. System OS Android kini bisa kalian Kontrol sepenuhnya.
  2. Kalian mendapatkan hak untuk mengubah Settingan (Config) asal dari OEM, menjadi Custom.
  3. Kalian mendapatkan izin untuk mengakses System OS Android sepenuhnnya.
  4. Bisa digunakan untuk mengganti System Default dengan cara Custom ROM ataupun Custom Kernel.
  5. Kalin bisa menjalankan beragam Aplikasi Mod dengan beragam jenis keperluan, baik itu untuk keperluan yang benar ataupun yang tidak.
  6. Jika, Smartphone Android yang kalian gunakan dalam masalah, maka kalian akan lebih Fleksibel dan mudah untuk mengatasinya.
  7. Tidak cukup hanya dengan Settingan bawaan OEM / Pabrikan? silahkan Tweak segala macam hal yang ada pada System OS Android tersebut, baik Hardware atau Softwarenya, karena dengan adanya akses ROOT sangat mungkin untuk kalian melakukan hal tersebut.
  8. Intinya lebih banyak untungya daripada ruginya!

Bagaimana? apakah kalian sudah bisa memahami keuntungan dari melakukan ROOT pada Smartphone Android diatas?

Jika, ia maka mungkin pertanyaan kalian selanjutnya adalah apakah tidak berbahaya melakukan ROOT di Smartphone Android?

Inilah yang akan menjadi titik berat pembahasan kita kali ini, yaitu terkait pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh sebagian pengguna Smartphone Android dari seluruh dunia, yaitu Apakah ROOT di Android berbahaya?


Bahaya ROOT di Android ?


Sebenarnya, kami memaklumi saja, jika kalian menanyakan hal tersebut secara berulang kali, meski sudah jelas jawabannya.

Karena pada dasarnya ketika hal yang akan kalian lakukan itu berkaitan erat dengan yang namanya "System", maka secara manusiawi kalian akan merasa khwatir terkait akan dampak buruknya dan hal inilah yang terjadi sekarang ini.

Lalu, benarkah melakukan ROOT di Smartphone Android tersebut berbahaya?

Bahaya ROOT, Apakah ROOT berbahaya, bahaya melakukan ROOT, Apa ROOT Android berbahaya, Dampak ROOT Android, Apa yang akan terjadi jika Android di ROOT, Boleh tidak melakukan ROOT Android, Garansi ROOT Android, ROOT Android dilarang, Efek ROOT Android, ROOT Android

Maka, kalian akan bisa tahu jawabannya dengan membaca artikel ini sampai habis, karena disini akan kami perjelas terkait masalah yang biasa di isukan terkait masalah ROOT pada Smartphone Android tersebut.

Karena pada dasarnya, ada beberapa Mitos yang mengiringi terkait permasalahan ROOT pada Smartphone Android tersebut, maka disini akan kami perjelas, apakah Mitos / Isu tersebut benar? atau bahkan sebaliknya.

Sehingga, pada akhir artikel ini kalian bisa menyimpulkannya sendiri, apakah melakukan ROOT pada Smartphone Android tersebut berbahaya atau tidak.

Maka, berikut adalah hal yang sering di isukan terkait permasalahan ROOT di Smartphone Android tersebut :


Garansi Hilang ?


Ini adalah hal yang sering ditanyakan oleh para pengguna Smartphone Android ketika ingin melakukan ROOT pada Smartphone Android yang mereka miliki.

Selain itu ada beragam jenis isu dan spekulasi bermunculan terkait hal tersebut, yang mengatakan bahwa melakukan ROOT di Android itu akan menghanguskan Garansi seketika itu juga, lalu benarkah?

Maka, disini kami memiliki keyakinan, melakukan ROOT pada Smartphone Android itu tidak akan menghanguskan Garansi, kenapa tidak?

Karena kami memang tidak pernah mendengar atau mengalami hangusnya garansi ketika Smartphone Android telah di ROOT, ini adalah kasus yang kami alami sendiri.

Selain itu, sejatinya melakukan ROOT di Smartphone Android itu sebenarnya tidak dipermasalahkan, asalkan hal tersebut tidak akan membuat Smartphone Android bersangkutan menjadi rusak, karena kesalahan dari penggunannya sendiri.

Maksudnya adalah, ketika kalian melakukan ROOT pada Smartphone Android itu sama sekali tidak menghilangkan Garansi. Namun, karena ROOT Garansi pada Smartphone Android kalian bisa menjadi hilang, karena murni dari kesalahan kalian sendiri.

Mau bagaimanapun, ROOT itu hanyalah sebuah mekanisme. Nah, jika kalian memanfaatkan mekanisme ROOT tersebut secara tidak benar dan berujung rusaknya Smartphone Android yang kalian miliki, seperti melakukan Overclocking Processor contohnya.

Jelas saja, hal ini akan membuat Garansi yang kalian miliki menjadi hilang, karena sejatinya Klaim Garansi itu memang cukup sulit dan bersifat sangat teknis, jika terdapat adanya hal yang melanggar ketentuan Garansi, maka sudah pasti Garansi akan dibatalkan dan dianggap hangus.

Namun, jika kalian hanya menggunakan ROOT saja, tanpa mengubah hal pentinga seperti Firmware dan ROM, lalu tidak merujuk ke masalah rusaknya Smartphone Android karena ROOT, maka masalah ini tidak perlu kalian khwatirkan.

Tidak percaya? ini adalah bukti dari FAQ resmi yang di muat oleh Produsen Smartphone Vivo yang harusnya juga sama saja seperti Produsen Smartphone Android lain.

Bahaya ROOT, Apakah ROOT berbahaya, bahaya melakukan ROOT, Apa ROOT Android berbahaya, Dampak ROOT Android, Apa yang akan terjadi jika Android di ROOT, Boleh tidak melakukan ROOT Android, Garansi ROOT Android, ROOT Android dilarang, Efek ROOT Android, ROOT Android

Bagaimana? masih takut kehilangan Garansi ketika melakukan ROOT? mungkin kalian tidak perlu khwatir berlebihan, jika akses ROOT tersebut kalian gunakan dengan benar.


Akan membuat Hardware cepat rusak ?


Sebenarnya, hal ini bisa jadi benar dan bisa juga salah, seperti yang sudah kami singgung diatas, pada kenyataannya ROOT itu akan memberikan kalian hak Exclusive untuk bisa mengakses System dan mengubah beberapa Config secara langsung.

Jika, kalian melakukan perubahan yang tidak terukur atau mudahnya Over Action, maka sudah jelas hal ini akan membuat Smartphone Android kalian dalam bahaya, dengan rusaknya Hardware bersangkutan.

Contohnya, misalnya kalian melakukan Overclock pada Processor, yang pada faktanya sudah memiliki Standard Clock aman, lalu kalian Tweak hingga batas yang tidak wajar, maka jelas hal ini akan merusak Hardware dari Processor tersebut.

Namun, jika kalian menggunakan akses ROOT tersebut, untuk mengubah beberapa Config System dengan saran yang sudah terukur terhadap Value-nya, maka kalian tidak perlu khwatir.

Itulah pentingnya, mencari tahu sebelum mencoba, maka jika kalian bisa memanfaatkan ROOT tersebut dengan baik dan maksimal, maka kalian tidak akan mendapatkan kerugian sama sekali.

Melainkan, hanya akan mendapat untungnya saja, misalkan begini, Software Kamera pada Smartphone Android kalian jelek dan hasilnya burik.

Maka, kalian bisa memanfaatkan ROOT tersebut untuk melakukan Tweak dan menggunakan Software yang lebih handal, seperti GCAM contohnya, sudah jelas setelahnya, kalian hanya akan mendapatkan keuntungan dan malah tidaka da ruginya sama sekali.

Sehingga, pada dasarnya ROOT itu bukan sesuatu yang akan membahayakan bagi Hardware, kalianlah sebenarnya yang membuat Hardware tersebut akan menjadi cepat rusak, karena melakukan Implementasi yang tidak terukur dan terstandarisasi.


Terserang Virus


Sebenarnya kami cukup bingung dengan mitos atau isu ini, karena sejatinya memang tidak ada sebuah OS yang memang tidak memiliki potensi terserang virus, OS Android pun juga demikian.

Tetapi, ada satu hal yang harus kalian ketahui, karena pada dasarnya kalau ROOT itu tidak akan membuat Smartphone Android kalian mudah terserang virus dan ROOT itu faktanya bukan virus, inilah yang harus kalian mengerti.

Kami memang menyadari, ada beragam jenis virus yang berkembang di OS Android beberapa tahun terakhir ini, tetapi sebenarnya kalian tidak perlu khwatir terkait hal tersebut, jika kalian menggunakan Smartphone Android tersebut dengan wajar dan aman tentunya.

Misalnya, kalian tidak memasangkan Aplikasi Android (APK) sembarangan, apalagi diluar dari Google Play Store, lalu kalian jangan mudah tertipu dengan beragam jenis Iklan Penipuan yang ada di Internet.

Selanjutnya, ketika sebuah Aplikasi Android meminta Permission, kalian harus membacanya dengan benar, jika ada sesuatu yang janggal, silahkan Tolak Izin Permissionnya, sesimpel itu sebenarnya.

Lalu, semua itu tidak ada kaitannya dengan ROOT! sehingga mitos ROOT akan menyebabkan Smartphone Android kalian terserang virus itu, jelas sekali salah dan tidak benar, itulah faktanya.


Tidak bisa menggunakan Aplikasi Mobile Banking


Kalau menyangkut masalah ini memang benar, karena sejatinya hampir semua Aplikasi Perbankan, memang tidak mengijinkan penggunaanya melakukan ROOT pada Smartphone Android bersangkutan.

Dengan alasan keamanan, mau bagaimanapun Pihak Bank tersebut memang melakukan langkah Preventif yang masuk akal, karena bisa jadi akses ROOT tersebut digunakan untuk hal yang melanggar hukum dan akan merugikan pihak bank terkait.

Lalu, apakah Aplikasi Mobile Banking tidak bisa digunakan, ketika Smartphone Android telah berkondisi ROOT?

Maka, jawabannya masih bisa digunakan, tetapi akses ROOT-nya harus dikecualikan, hal semacam ini bisa kita sebut dengan Systemless ROOT yang saat ini sudah menjadi Standard bagi aplikasi semacam ROOT Manager.

Bagaimana cara melakukannya? silahkan ikuti cara dibawah ini :


Apakah cara diatas akan melanggar hukum? jelas sekali tidak, karena disini akses ROOT-nya saja yang dikecualikan, artinya kalian tidak akan bisa melakukan hal apapun terkait kemampuan ROOT pada aplikasi Mobile Banking tersebut.

Sehingga, disini tidak ada yang dirugikan, pihak Bank tidak dirugikan, kalian pun juga tidak akan dirugikan, benar?


Membuat kinerja / performa Smartphone Android menurun ?


Hal semacam ini jelas sekali tidak benar, karena pada dasarnya ROOT itu hanya mekanisme akses dan bukan sebuah file inisiator yang akan mempengaruhi Hardware dari Smartphone Android bersangkutan.

Selanjutnya, hal yang harus kalian ketahui adalah, Smartphone Android itu akan semakin menurun Performa dan Kinerjanya, seiring dengan lamanya kalian menggunakan Smartphone Android tersebut atau mudahnya adalah usia pakainya.

Karena kembali lagi, OS Android itu memang bukan OS Mobile yang paling baik dalam urusan Management Cache, tidak sebaik iOS tentunya, tetapi meski demikian, semua Perangkat Elektronik yang sudah termakan usia itu pasti akan menurun kinerja dan performanya.

Hal ini dipastikan akan selalu terjadi, lalu apakah ROOT penyebabnya? bisa iya dan bisa juga tidak.

Alasannya? kembali lagi dengan pemanfaatan ROOT yang kalian lakukan, jika kalian melakukan sesuatu yang diluar batas, maka sudah pasti akan berdampak ke Hardware terkait, apalagi jika di Implementasikan dalam jangka panjang, seperti kasus Overclock atau masalah Unlocking lainnya.

Namun, ROOT tidak akan menjadi masalah, jika kalian hanya memanfaatkannya untuk beberapa hal terkait Mod dan Tweak yang sudah terukur dan sudah di uji coba aman untuk digunakan.

Sehingga, bisa kita simpulkan, bahwa akses ROOT tidak akan membuat Kinerja / Performa dari Smartphone Android kalian menurun. Namun, pemanfaatan dari akses ROOT tersebutlah yang mungkin akan bisa berdampak buruk ke Hardware terkait, sehingga terjadinya penurunan Kinerja dan Performa akan semakin dini terjadi.


Akan sulit mendapatkan jodoh ?


Mungkin iya.

Dengan demikian, berakhirlah sudah pembahasan kita kali ini, lalu apakah kalian bisa bisa menyimpulkan, terkait apakah ROOT itu berbahaya untuk Smartphone Android atau tidak?

Kalau dari segi kami sendiri, kami tidak menganggap ROOT tersebut menjadi hal yang harus dianggap berbahaya, karena sejatinya memang tidak membahayakan sama sekali, asalkan digunakan dengan pemanfaatan yang terukur dan tentu saja sesuai dengan standardnya.

Karena, kalau dari Perspektif kami, ROOT itu adalah sesuatu yang sangat menguntungkan untuk dilakukan, pendapat ini mungkin akan didukung oleh banyak pengguna Smartphone Android lain diluar sana.

Jika tidak seperti itu, kenapa ROOT itu selalu menjadi pembahasan utama? dan kenapa ROOT itu selalu menjadi hal yang paling dinanti oleh pada Pengguna Smartphone Android tertentu?

Ya, kembali lagi, karena ROOT itu memang sesuatu yang menguntungkan untuk di Impelentasikan, sehingga jika kalian ragu untuk melakukan ROOT tersebut, apalagi jika kalian memang memerlukan akses ROOT tersebut, secara mendesak.

Maka, kalian tidak perlu khwatir lagi, karena ROOT bukan menjadi hal yang berbahaya untuk dilakuan, yang berbahaya itu adalah Impelentasi setelah kalian mendapatkan akses ROOT tersebut. Namun, jika ROOT-nya itu sama sekali tidak berbahaya, paham?

Akhir kata, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian, bisa menambah wawasan kalian, bisa membantu kalian untuk membuat keputusan dan semoga hari kalian menyenangkan. P.AW ~ DRD

7/23/2020

Cara mudah root Android semua versi 100% berhasil

Cara ROOT Android, ROOT Android, Cara ROOT Android Tanpa PC, Cara ROOT Android dengan TWRP, Cara ROOT Android dengan Aplikasi, Cara ROOT Android dengan Magisk, Cara ROOT Android dengan SuperSU, Cara mudah ROOT Android, Solusi gagal ROOT Android, Cara ROOT Android lengkap, bagaimana cara ROOT Android, Pengertian ROOT Android, Apa itu ROOT, Cara Kerja ROOT, Kelebihan ROOT Android, Kekurangan ROOT Android

OS Android memang sangat menarik kalau di lihat dari perspektif yang luas, karena OS ini selain di kembangkan secara Open Source yang melibatkan banyak element dari komunitas, OS Android juga sangat mudah untuk di gunakan.

Selain itu OS Android juga bukanlah menjadi sebuah barang yang mewah, karena pihak Google selaku dari pengembang utama dan resmi OS Android tersebut, hanya mendistribusikan OS Android tersebut saja, agar bisa di adopsi oleh para Smartphone Makers / Produsen Smartphone dari seluruh dunia.

Meski demikian, pihak Google juga merilis dan menjual Smartphone Android dengan Brand resmi dari Google yaitu adalah Google Pixel, tetapi jika kita lihat dari keseluruhan, maka Smartphone Android itu ya sama saja di mana-mana yaitu sama-sama menggunakan OS Android di dalamnya.

Kami sendiri telah berbicara banyak terkait hal ini, yang membedakan dari satu Smartphone Android dengan Smartphone Android lain itu, cuma nama Brand, Fitur, Spesifikasi dan Inovasi saja, jika dari OS maka Smartphone Android murah dan mahal itu sama saja, yaitu sama-sama menggunakan OS Android sebagai sistem operasi utamanya.

Seperti yang telah kami sebutkan diatas, OS Android itu adalah OS Mobile yang Open Source, jika kita artikan menjadi OS yang tidak kaku dan lebih berbentuk flexible yang bisa di sesuaikan oleh siapapun.

Maka disinilah letak titik berat pembahasan kita kali ini, karena hal ini sangat berkaitan dengan Fleksibilitas dari OS Android itu sendiri yaitu adalah ROOT.


Apa itu ROOT Android?


Istilah ROOT sendiri bukanlah sebuah istilah baru lagi, sejak awal-awal kehadiran OS Android ini ada, saat itu pula istilah ROOT itu mulai di gunakan, lalu apa sih ROOT di Android itu?

ROOT sendiri mengacu kepada istilah sebuah mekanisme yang kompleks yang memang di buat secara khusus agar bisa beradaptasi dengan OS Android itu sendiri, maka jika kita artikan ROOT akan menjadi sebagai berikut.

ROOT adalah sebuah file berbentuk Library yang di buat untuk membuka akses System OS Android agar bisa di gunakan untuk menambah, mengubah ataupun memperbaharui keseluruhan dari OS Android itu sendiri.

Maka dengan demikian, harusnya kalian sudah bisa mengerti bahwa ROOT disini adalah berbentuk sebuah File dan memiliki kemampuan khusus yang bisa beradaptasi dengan system secara absolute.

ROOT sendiri tidak lepas dari pada mekanisme cara kerjanya itu sendiri, maka disini kami akan menjelaskan sedikit kenapa ROOT tersebut bisa begitu hebatnya memberikan dampak kepada sebuah OS Android.

Lalu, apakah ROOT itu berbahaya?

Mungkin beberapa diantara kalian mungkin berpikir demikian, tetapi kalau kalian ingin tahu jawabannya, sebaiknya kalian membaca artikel yang sudah kami buat dibawah ini, apakah ROOT yang katanya berbahaya itu hanya Mitos atau bukan?



Cara Kerja ROOT Android


Hal pertama yang harus kalian ketahui adalah meski OS Android itu merupakan sebuah OS yang Open Source, bukan berarti secara defaultnya OS Android itu bisa di modifikasi atau di ubah dengan sekehendak hati, karena sejatinya OS Android itu di distribusikan dengan System Read Only saja.

Maka disinilah kehebatan dari ROOT itu sendiri, karena dengan adanya ROOT maka System OS Android yang asalnya adalah Read Only, kini bisa di ubah menjadi Read & Write, yang artinya pada kondisi ini System sudah bisa memperbolehkan kalian untuk Mengubah Value apapun di dalam OS Android tersebut.

Maka, disinilah pentingnya fungsi ROOT untuk para pengembang pihak ke-3 atau pengembang amatiran, dengan adanya akses ROOT ini maka mereka bisa menjadi seorang Super User terhadap Smartphone Android yang mereka gunakan.

ROOT sendiri bisa berjalan berdampingan dengan OS Android tanpa terjadinya Conflict, karena secara default OS Android itu memang bisa memberikan izin terkait penggunaan ROOT tersebut, sehingga jika kalian menggunakan sebuah aplikasi yang memang memerlukan akses ROOT.

Setelahnya pasti akan muncul sebuah peringatan apakah kalian akan Mengijinkan (Grant) ataupun Menolak (Deny) akses ROOT tersebut.

Sehingga tidak salah jika kami menyebutkan statement diatas bahwa OS Android itu adalah sebuah OS yang menarik, karena meski kalian sudah menjadu seorang Super User terhadap hak akses pada Smartphone Android kalian.

Tetap saja kalian harus mengikuti Rules yang ada pada OS Android itu sendiri, hal ini memang kuat kaitannya dengan pengendalian resiko dan masalah keamanan.

Lalu, ROOT itu berbentuk seperti apa?


Bentuk ROOT


Seperti yang sudah kami singgung diatas, ROOT adalah sebuah File Library yang memang di buat secara khusus agar bisa beradaptasi dengan OS Android yang di gunakan dalam masalah perizinan akses melihat dan mengganti (R/W).

Jika kalian bertanya bagaimana bentuk dari File ROOT itu, maka jawabannya akan sederhana saja, ROOT itu hanya berbentuk 1 file (yang utamanya) dan juga bisa di dukung dengan library lain seperti Busybox.

Maka dari hal diatas, bisa di simpulkan ROOT itu adalah merupakan sebuah File Exploit yang di tanamkan dalam System OS Android melalaui Folder Binary yang langsung akan berkerja untuk memberikan Izin terhadap akses seluruh ekosistem yang ada di dalam OS Android.

Sampai sini, harysnya kalian sudah bisa menangkap apa sih sebenarnya ROOT tersebut, karena banyak dari pengguna Smartphone Android awam yang memang tahu akan ROOT, tetapi tidak benar-benar tahu apa itu ROOT, bagaimana bentuknya dan bagaimana cara kerjanya.

Selanjutnya, jika kalian sudah mengerti dasar dari ROOT di Android tersebut, maka hal yang paling sering muncul dan sering di pertanyakan adalah bagaimana cara melakukan ROOT di Android?

Inilah yang akan kita bahas secara mendalam dan lengkap di bawah ini, kami disini akan menggambarkan secara Global saja dan tidak merujuk kepada sebuah Smartphone Android yang spesifik, tetapi secara garis besarnya, kalian bisa melakukan ROOT dengan cara-cara di bawah ini :


Cara ROOT Android


Sejauh ini cara melakukan ROOT di android ada banyak macamnya dan kebanyakan dari cara tersebut telah di batasi sekarang ini sesuai dengan tingkat kemanan dari tiap versi Android yang ada hingga sekarang.

Cara ROOT Android, ROOT Android, Cara ROOT Android Tanpa PC, Cara ROOT Android dengan TWRP, Cara ROOT Android dengan Aplikasi, Cara ROOT Android dengan Magisk, Cara ROOT Android dengan SuperSU, Cara mudah ROOT Android, Solusi gagal ROOT Android, Cara ROOT Android lengkap, bagaimana cara ROOT Android, Pengertian ROOT Android, Apa itu ROOT, Cara Kerja ROOT, Kelebihan ROOT Android, Kekurangan ROOT Android

Secara garis besarnya kalian bisa melakukan ROOT di Android dengan beberapa cara di bawah ini :

  1. Dengan Aplikasi ROOT di Android
  2. Dengan bantuan Custom Recovery (TWRP dan lainnya)
  3. Tanpa menggunakan Custom Recovery

Umumnya ROOT bisa di lakukan dengan ke-3 cara diatas, tetapi perlu kalian perhatikan setiap cara diatas memiliki sebuah keterbatasan dan tingkat kesulitan terkait cara pengaplikasiannya.

Maka dibawah ini kami akan bahas hal tersebut secara runtut agar bisa kalian mengerti dan pahami.


Cara ROOT Android Tanpa PC (Aplikasi ROOT)


Cara pertama ini membutuhkan sebuah aplikasi khusus yang bisa melakukan ROOT secara Instant di Smartphone Android yang kalian miliki, cara kerjanya sangat mudah sekali kalian hanya perlu menginstalla aplikasi ROOTING tersebut dan langsung saja melakukan ROOT dengan mudah dan cepat.

Adapun aplikasi yang bisa melakukan ROOT pada OS Android dengan hanya bermodalkan aplikasi dan tanpa PC adalah sebagai berikut :

  1. KingROOT
  2. iROOT
  3. FramaROOT
  4. One Click ROOT, dan aplikasi sejenisnya

Hanya, saja disini kalian Memiliki Batasan, yaitu metode ROOT tanpa PC di Android dengan menggunakan aplikasi ROOT ini hanya bisa di lakukan pada Versi Android di bawaha Versi Android 6.0 (Marshmallow) saja.

Mulai dari versi Android 6.0 hingga yang terbaru sekarang ini, kalian sudah tidak bisa lagi melakukan ROOT dengan aplikasi ROOTING yang sudah kami sebutkan diatas, karena secara umum pihak Google sudah membatasi hal tersebut.

Sehingga jika kalian menggunakan OS Android versi terbaru, maka jangan pernah melakukan ROOT dengan aplikasi ROOTING, karena akan membuang waktu saja dan di pastikan tidak akan bisa pernah berhasil.

Tetapi, jika kalian pengguna OS Android versi lawas seperti 4.4 KitKat atau Android 5.0 Lollipop, maka kalian masih bisa dengan bebas melakukan ROOT hanya dengan bermodalkan Aplikasi ROOTING yang telah kami sebutkan diatas.


Cara ROOT dengan TWRP (Custom Recovery)


Ini adalah metode ROOT yang paling di gemari dan metode ROOT yang sangat mudah di lakukan dengan cepat, hanya saja untuk melakukan cara ini kalian memerlukan beberapa persyaratan yang harus kalian penuhi, beberapa persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Unlock Bootloader (diperlukan untuk memasang Custom Recovery)
  2. Menggunakan Custom Recovery seperti TWRP dan sejenisnya.

Kenapa harus Custom Recovery? apakah Stock Recovery tidak bisa?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul, memang benar dalam beberapa Brand seri Smartphone Android dari OEM tertentu mereka memang menyertakan sebuah Tools Recovery secara Defaultnya, hanya saja Tools Recovery tersebut biasanya hanya di buat untuk mengakomodasi fitur Upgrade ROM saja dan beberapa fungsi dasar seperti Factory Reset (Wipe) dan fitur default Flash to System.

Kebanyakan Stock Recovery tersebut hanya di buat dengan alakadarnya saja, sehingga di pastikan Stock Recovery tersebut tidak akan bisa di gunakan untuk melakukan Flash File ROOT yang di butuhkan, karena memang tidak di buat untuk keperluan itu.

Sehingga idealnya disini, kalian harus menggunakan Custom Recovery yang memang sudah terbukti ampuh dan canggih, salah satu contoh Custom Recovery terbaik adalah TWRP, maka pada bahasan ini penggunaan Custom Recovery adalah mendesak, jika kalian memang ingin melakukan ROOT secara mudah dan cepat pada Smartphone Android yang kalian gunakan sekarang.

File ROOT Exploit yang akan di gunakan pada kasus kali ini adalah Magisk dan SuperSU, dimana seperti yang telah kalian ketahui, bahwa kedua buah File ini memang menjadi sebuah File ROOT Exploit terbaik dan terpercaya hingga sekarang ini.

Jika, kalian tidak punya File ROOT tersebut silahkan Download dari halaman di bawah ini :


Jika, semua hal diatas sudah kalian penuhi yaitu adalah terpasangnya Custom Recovery dan juga kalian sudah mendownload salah satu dari File ROOT Exploit diatas, maka sekarang kalian sudah bisa melakukan ROOT dengan cepat dengan cara berikut ini :

  1. Masuk ke Mode Recovery (TWRP).
  2. Flash File ROOT Exploit yang sudah kalian Download sebelumnya.
  3. Lakukan Reboot.
  4. Selesai

Bagaimana? sangat mudah bukan melakukan ROOT tersebut? keutamaan dari cara ini adalah karena cara ini bisa di gunakan di semua Versi OS Android yang ada saat ini, dari yang lawas hingga yang terbaru, sehingga cara ini menjadi sebuah cara yang paling Ideal dan paling di rekomendasikan jika kalian ingin melakukan ROOT pada Smartphone Android yang kalian miliki.

Tetapi, cara ini juga mempunyai kekurangan, yaitu kalian tidak akan bisa mengaplikasikan cara ini jika Custom Recovery seperti TWRP tidak tersedia untuk seri Smartphone Android yang kalian miliki sekarang.

Namun, bukan berarti dengan tidak adanya Custom Recovery kalian tidak bisa melakukan ROOT, karena pada faktanya kalian tetap bisa melakukan ROOT tanpa adanya TWRP tersebut, tetapi dengan cara yang cukup rumit, berikut adalah penjelasannya.


Cara ROOT Android tanpa TWRP (Custom Recovery)


Menyambung dari bahasan diatas, maka pada kasus ini ada lebih banyak persyaratan yang harus kalian penuhi sebelum bisa melakukan ROOT tanpa Custom Recovery (TWRP) tersebut, yaitu adalah sebagai berikut :

  1. Unlock Bootloader (Karena menggunakan metode Fastboot Android)
  2. Fastboot Driver, gunakan salah satu yang ada di bawah ini :
  1. Android USB Driver Universal
  2. Kabel USB
  3. Mode Fastboot / Bootloader

Selanjutnya pada metodenya disini kita akan menggunakan aplikasi Magisk Manager, seperti yang sudah kalian ketahui dari cara diatas, Magisk sendiri adalah memang merupakan sebuah File ROOT Exploit terbaik saat ini dan itu bukan tanpa alasan, karena dengan Magisk kalian bisa melakukan ROOT meski tidak ada TWRP di Smartphone Android yang kalian gunakan sekarang.

Maka, langkah pertama sebelum kalian melakukan ROOT tanpa TWRP ini ialah dengan menginstallkan file Magisk Manager di Smartphone Android yang kalian miliki, jika tidak punya silahkan Download dari halaman di bawah ini :


Jika, sudah silahkan langsung saja Install di Smartphone Android yang kalian miliki dan silahkan lanjutkan ke tahap selanjutnya.

Hal penting lainnya yang harus kalian lakukan, jika ingin menggunakan cara ini adalah kalian harus mengekstract file yang bernama Boot.img pada Firmware yang kalian gunakan.

Untuk ini kalian harus mencari dan mendownload Firmware secara utuh atau menyeluruh dan pastikan Firmware tersebut memiliki versi Build Number yang sama seperti yang sedang kalian gunakan sekarang ini, karena itu adalah syarat utamanya.

Jika, kalian menggunakan file Boot.img yang berbeda dari versi Firmware yang tidak sama seperti yang kalian gunakan sekarang, maka dipastikan akan terjadi Brick saat Installasi telah selesai dan ini amat berbahaya.

Ingat! Firmware dan bukan ROM, jika kalian sudah mengextract File Boot.img dari Firmware yang spesifik sesuai dengan versi Build Number yang di gunakan pada Smartphone Android, langsung saja Copy file Boot.img tersebut ke Internal Storage Smartphone Android kalian.

Setelahnya kalian bisa melakukan ROOT dengan cara di bawah ini :

  1. Buka aplikasi Magisk Manager yang telah terinstall.
  2. Pilih Opsi Install >> Patch Boot Image File.
  3. Cari File Boot.img yang telah di pindahkan ke Internal Storage sebelumnya.
  4. Proses Patch akan berlangsung, silahkan tunggu sampai proses tersebut selesai.
  5. Jika sudah, silahkan cari file Patched_boot.img di /sdcard/Download/ atau di /storage/emulated/0/MagiskManager.
  6. Selanjutnya, Copy File Patched Boot tersebut ke PC Windows, atau lebih tepatnya ke dalam Folder Fastboot Driver.
  7. Setelahnya silahkan buat Smartphone Android kalian masuk ke Mode Fastboot / Bootloader.
  8. Pada tahap ini silahkan Buka CMD ke spesifik Target Folder, yaitu ke Folder Fastboot Driver yang mana di dalamnya sudah kalian Pastekan File Patched Boot sebelumnya, jika tidak tahu caranya, silahkan ikuti tutorial ini :
  1. Selanjutnya, silahkan hubungkan Smartphone Android dengan Kabel USB ke PC Windows.
  2. Untuk melakukan ROOT silahkan masukan perintah ini pada jendela CMD (Fastboot):
fastboot flash boot patched_boot.img
  1. Tunggu hingga proses Flash selesai.
  2. Setelahnya kalian bisa melakukan Reboot dengan memasukan perintah ini :
fastboot reboot
  1. Selesai!

Ribet? ya! cara ini memang tidak kami rekomendasikan, karena dari yang terlihat cara kerjanya itu memang agak rumit dan memang memerlukan Banyak Resource dan Syarat, sehingga jika memang masih ada pilihan lain, maka jangan gunakan cara ini, terlebih jika kalian adalah orang awam.

Cara diatas yang kami gambarkan adalah cara kerja secara umum atau garis besarnya saja, karena pada kasus nyatanya bisa jadi akan lebih sulit lagi, karena bisa jadi Bootloader pada Smartphone Android kalian memiliki 2 buah Slot berbeda.

Atau bahkan terkendala masalah teknis lainnya, sehingga cara ini hanya kami rekomendasikan jika memang tidak ada cara lain lagi yang bisa di gunakan dan itupun belum tentu bisa berhasil sepenuhnya.

Dengan demikian, sudah selesai pembahasan kita kali ini, sekali lagi kami disini hanya menjelaskan garis besarnya saja, karena biasanya cara spesifiknya bisa saja berbeda pada setiap Smartphone Android, terlebih untuk cara yang nomor 3 tersebut.

Dari ke-3 cara diatas di pastikan kalian akan bisa mendapatkan akses ROOT dengan persentasi sebesar 100% dengan tanda kutip, asalkan semua persyaratan diatas terpenuhi dan inilah yang biasanya menjadi penghalangnya.

Karena kebanyakan pengahalang itu muncul biasanya karena Seri Smartphone Android yang kalian pakai tidak di Support Custom Recovery dan juga beberapa vendor tidak secara resmi merilis Source Firmware yang bisa di gunakan penggunannya.

Tetapi, jika kalian merasa Custom Recovery dan Firmware yang di butuhkan sudah tersedia, maka silahkan saja ikuti cara ROOT diatas, kalau bisa coba saja semuanya.

Namun, kalau kami pribadi lebih menganjurkan ke cara yang nomor 2 saja, atau cara ROOT dengan menggunakan Custom Recovery saja, selain mudah di lakukan, cara tersebut juga sangat minim resiko kegagalan.

Terakhir, lakukan semua hal tersebut sesuai dengan prosedur yang sebenarnya, karena jika kalian menyalahi prosedur, maka besar kemungkinan Smartphone Android kalian akan berakhir dalam masalah pelit dan merugikan, maka lakukan dengan teliti dan hati-hati, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian dan semoga sukses. P.AW ~ DRD

12/26/2019

Cara mudah ROOT Redmi 8 (Olive)

ROOT Redmi 8 Olive, Magisk ROOT Redmi 8, Cara ROOT Redmi 8, Tutorial ROOT Redmi 8, Panduan ROOT Redmi 8, Bagaimana cara ROOT Redmi 8, Apa itu ROOT Redmi 8, Cara mendapatkan ROOT di Redmi 8, Magisk ROOT Ginkgo

Secara umum Redmi 8 memang menjadi salah satu Smartphone Android paling sangar dikelasnya, karena jika kita lihat dan perbandingkan spesifikasinya dengan variant jenis Smartphone Android yang memiliki kelas yang sama.

Maka, bisa kita lihat Spesifikasi yang ditawarkan dalam Smartphone Android Redmi 8 tersebut, memang lebih baik dari pada kompetitornya, itulah kenapa banyak orang yang mengatakan, bahwa jika kalian ingin membeli sebuah Smartphone Android Entry-level, maka Redmi 8 tersebut harus masuk dalam daftar buruan kalian.

Semua hal tersebut memang benar adanya, karena Redmi 8 memiliki banyak hal yang tidak dimiliki Smartphone Android sejenis, yaitu seperti kemampuan Dual Kamera dengan hasil kamera yang prima, CPU dan RAM yang lumayan, kapasitas baterai sangat besar dan yang paling penting adalah Desainnya yang tidak malu-maluin.

Meski demikian, tetap saja yang namanya Smartphone Android Entry-level tersebut memiliki beragam kekurangan, jika kita bandingkan dengan Smartphone Android kelas menengah, salah satu hal yang memang membuat Redmi 8 terlihat agak murahan, ialah karena memang masih menggunakan bahan plastik pada Body-nya.

Tetapi, hal ini bukan menjadi sebuah nilai pasti untuk menyebutkan bahwa Redmi 8 tersebut jelek, tentu sangat tidak beralasan, karena diatas kertas Redmi 8 memang tercatat sebagai rajanya Smartphone Android Entry-level sekarang ini.

Menariknya Redmi 8 tersebut, sekarang ini sudah secara resmi dijual ditanah air kita ini, sehingga kalian tidak perlu lagi membeli Smartphone Android tersebut secara Illegal dari jalur Distributor, meski harganya akan lebih murah sedikit dari variant resminya.

Selanjutnya, karena Redmi 8 tersebut memang masih menjadi bagian keluarga dari seri Smartphone Android Xiaomi, tentu saja semua hal terkait permasahalan Resource, Community, Tools dan Tutorial tetap sama saja seperti Smartphone Android Xiaomi atau Redmi lainnya.

Karena Komunitas di Redmi 8 sudah kian tumbuh besar sekarang ini, maka melakukan beragam hal keren dan menakjubkan sudah bisa kalian laksanakan sekarang ini, sebut saja seperti untuk melakukan ROOT seperti yang akan kita bahas kali ini.

Tentu saja sangat bisa, karena dari segi persyaratan sudah terpenuhi semuanya dan jika kalian menggunakan Redmi 8 versi Distributor, kalian juga sudah bisa memanfaatkan informasi dan resource yang telah ada dikomunitas Redmi 8 tersebut, untuk bisa berpindah ke ROM resmi MIUI versi Indonesia.

Tetapi, disini kami tidak akan membahas tersebut, karena inti permasalahan yang akan kami bawa kali ini, ialah hanya terkait masalah Tutorial untuk melakukan ROOT pada Redmi 8 tersebut.


Tutorial ROOT khusus pengguna Redmi 8 (Olive)


Nah, sebelum kalian mulai mengikuti Tutorial yang akan kami sampaikan dibawah ini, kalian harus memastikan dulu, bahwa Smartphone Android yang kalian gunakan sekarang ini ialah Redmi 8 dengan Codename Olive.

Kenapa demikian? karena perlu kalian ketahui, sekarang ini memang ada 2 buah jenis seri didalam lini Redmi 8 tersebut, yaitu seri Reguler yang akan menjadi objek pembahasan utama kali ini dan satu lainnya adalah variant termurah dari Redmi 8 tersebut, yaitu ialah Redmi 8A.

Dari spesifikasi, jelas saja Redmi 8 dan Redmi 8A itu jelas sekali berbeda jauh, meski demikian, sebenarnya metode ROOT yang dilakukan tetap sama saja.

Tetapi, untuk persyaratan dalam pemenuhan kondisi layak ROOT tersebut, jelas saja berbeda, karena disini kita akan memanfaatkan kemampuan TWRP untuk melakukan pemasangan File Exploit tersebut.

Maka, jelas saja TWRP yang ada untuk Redmi 8, jelas tidak bisa digunakan oleh Redmi 8A, itulah kenapa disini kami menekankan bahwa Tutorial ini hanya kami khususkan untuk pengguna Smartphone Android Redmi 8 saja dan bukan untuk pengguna Redmi 8A.

Jika, kalian kesulitan dalam mengidentifikasi jenis Smartphone Android yang kalian gunakan, apakah seri Redmi 8 atau Redmi 8A.

Maka, untuk mempermudah kalian, silahkan baca artikel terkait Perbandingan dan Perbedaan Redmi 8 dan Redmi 8A dibawah ini :


Jika, kalian sudah memastikan bahwa Smartphone Android yang kalian gunakan sekarang ini ialah Redmi 8 (Olive), maka kalian sudah bisa melakukan tindakan ROOT tersebut dengan mengikuti cara yang akan kami sampaikan dibawah ini.

Namun, jika kalian adalah seorang pengguna Smartphone Android baru dan masih belum mengerti terkait permasalahan ROOT beserta untung ruginya, mungkin beberapa informasi dibawah ini, bisa akan menambah pengetahuan kalian.


Maksud ROOT?


Mungkin diantara kalian pengguna Smartphone Android Redmi 8 ada yang masih awam terkait masalah teknis seperti ROOT tersebut, maka disini akan kami jelaskan sedikit, agar kalian bisa dengan mudah mengerti, kenapa ROOT ini menjadi perlu dan apa saja untung dan ruginya.

Maka, hal pertama yang harus kalian pahami adalah, apasih ROOT pada Redmi 8 tersebut?


  1. ROOT adalah sebuah tindakan yang dilakukan pengguna Smartphone Android terkait untuk membuka akses ke System OS Android dengan jangkauan yang lebih luas dan aman.


Sehingga, jika kita artikan maka ROOT ini memiliki arti bahwa ROOT ini adalah sebuah metode yang memang dikhususkan untuk membuka akses ke System, agar bisa di ubah Value Standard menjadi Value Custom, sesuai dengan kehendak kalian.

Maka, hal ini akan sangat terkait pada pembahasan fungsi dari ROOT yang akan kita lanjutkan pada pembahasan dibawah ini.


Fungsi ROOT


Melanjutkan dari pembahasan diatas, disini kami hanya akan sedikit saja berbicara terkait fungsi dari fitur ROOT yang nantinya akan kalian Implementasikan pada Smartphone Android Redmi 8.

Pada faktanya, ROOT itu memang memiliki banyak sekali fungsi, tetapi fungsi yang jelas sekali bisa kalian nikmati secara nyata adalah sebagai berikut :


  1. Akses ke System dengan Permission (R/W)
  2. Memungkinkan untuk mengubah Settingan / Value dari System
  3. Bisa digunakan untuk menginstall Custom Recovery seperti TWRP
  4. Dapat digunakan untuk menginstall Custom Kernel
  5. Bisa digunakan untuk menghapus aplikasi bawaan System yang mengganggu (Bloatware)
  6. Dapat digunakan untuk mengubah Informasi Smartphone secara basic
  7. Dapat digunakan untuk melakukan Overclock Processor
  8. Dapat digunakan untuk beragam Mod dan Tweak


Sebenarnya, fungsi yang kami sebutkan diatas hanya sedikit saja dari fungsi-fungsi lain yang bisa kalian dapatkan dari akses ROOT tersebut.

Intinya, ROOT ini akan membuat penggunaan Smartphone Android Redmi 8 menjadi lebih flexible dan tidak terbatas hanya dengan Settingan Standard dari OEM lagi, karena disini kalian akan berlaku sebagai seorang Super User terhadap System OS Android yang ada pada Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki.

Jika, memang demikian, apa sih Untung dan Rugi dalam penggunaan ROOT tersebut?


Untung & Rugi ROOT


Sebenarnya, jika kita lihat dari kondisinya, maka sudah jelas ROOT ini akan lebih banyak untungnya dari pada ruginya, keuntungan yang bisa kalian dapatkan adalah seperti yang sudah kami jelaskan pada scene Fungsi ROOT diatas, lalu ruginya?

Kalau dari perspektif kami, maka kami sendiri tidak melihat adanya kekurangan dari ROOT tersebut, karena ROOT sendiri bukanlah menjadi tindakan yang akan membahayakan Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki.

Bagaimana? apakah kalian sudah paham atau mengerti terkait tindakan yang akan kita lakukan pada Smartphone Android Redmi 8 tersebut?

Jika, iya dan kalian siap untuk melakukan ROOT pada Redmi 8, maka silahkan lengkapi persyaratan utama ROOT pada Redmi 8 dan bagaimana kondisi ideal yang harus kalian penuhi.


Persyaratan ROOT di Redmi 8 (Olive)


Karena disini kita akan melakukan sebuah metode yang bersifat teknis, maka sudah jelas disini diperlukan beberapa persyaratan yang akan mendukung proses ROOTING yang akan kalian lakukan nantinya.

Pastikan semua persyaratan dibawah ini bisa kalian penuhi tanpa satupun yang tertinggal atau kalian lewatkan, karena kesuksesan dari proses ROOT yang akan kalian lakukan itu hampir seluruhnya tergantun pada apakah Persyaratan yang kami sebutkan dibawah ini bisa kalian ikuti atau tidak.

Jika, kalian bisa mengikuti semua persyaratan dan kondisi ideal yang akan kami jelaskan dibawah, maka 100% jaminan bahwa proses ROOT yang akan dilaksanakan nanti bisa berhasil sepenuhnya.

Baiklah, tenpa perlu berlama-lama lagi, silahkan lengkapi semua persyaratan dibawah ini :


Unlock Bootloader


Ya! kalian baru bisa melakukan ROOT pada Smartphone Android Redmi 8 (Olive) ketika kalian sudah melakukan proses Unlock Bootloader dengan cara resmi yang sudah direkomendasikan oleh pihak Xiaomi.

Kenapa harus Unlock Bootloader? karena disini kalian perlu menggunakan sebuah Custom Recovery dalam proses ROOTING tersebut dan faktanya Custom Recovery hanya bisa digunakan, ketika Smartphone Android Redmi 8 kalian sudah dalam kondisi Unlock Bootloader.

Jangan khwatir untuk masalah UBL tersebut, karena kami sudah membuatkan artikel khusus terkait hal tersebut, kalian hanya perlu mengikutinya saja, pada halaman yang telah kami tulis lengkap dibawah ini :


Jika, Smartphone Android Redmi 8 kalian sudah dalam kondisi Unlcok Bootloader, silahkan ikuti persyaratan selanjutnya.


Custom Recovery (TWRP)


Nah, inilah yang sudah kami singgung sebelumnya, karena disini kita akan menggunakan metode ROOT dengan cara menggunakan TWRP sebagai media flashnya, cara ini memang bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan akses ROOT pada Redmi 8.

Tetapi, cara ini adalah cara yang paling mudah untuk digunakan dan dimengerti, walaupun kalian adalah seorang pengguna yang awam atau baru.

Jika, kalian berminat, kalian bisa saja menggunakan cara atau opsi ROOTING lain dalam proses ROOT Redmi 8 tersebut, dengan cara mengikuti opsi yang tersedia pada halaman dibawah ini :


Namun, jika kalian memang berniat untuk menggunakan cara ROOT dengan menggunakan media TWRP, maka silahkan pastikan bahwa TWRP sudah terpasang pada Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki.

Jika, kalian belum memiliki TWRP pada Redmi 8 yang kalian gunakan, silahkan pasang dan download TWRP Redmi 8, melalui halaman dibawah ini :


Setelah, TWRP terpasang pada Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki, maka masih ada beberapa persyaratan yang harus kalian penuhi, silahkan lanjutkan bacaan artikel ini sampai selesai.


File Magisk ROOT


Pada metode kali ini, kita akan menggunakan Magisk sebagai File ROOT Exploit yang akan dipasangkan ke System OS Android pada Smartphone Redmi 8 yang kalian miliki.

Meski demikian, masih ada jenis File ROOT Exploit lain sebenarnya yang bisa kalian terapkan, seperti SuperSU, tetapi disini kami hanya akan menggunakan File Magisk saja, karena Magisk memang memiliki kinerja dan fitur yang lebih baik dari pada SuperSU.

Sehingga, silahkan Download dulu File Magisk versi terbaru dari halaman dibawah ini :


Setelahnya, silahkan letakan File Magisk ROOT tersebut pada Memory Internal Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki, pada tempat yang mudah untuk kalian temukan tentunya.

Pada tahap ini, kita hanya membutuhkan 3 buah persyatan utama saja, seperti yang sudah kami jelaskan diatas, tetapi disini kalian juga harus memenuhi kondisi Ideal di Smartphone Redmi 8 yang kalian miliki, agar proses ROOT ini bisa berjalan dengan lancar, apa saja kondisi idealnya?


Kondisi Ideal dalam proses ROOT


Sebenarnya, scene ini hanya bersifat optional saja, bisa kalian ikuti dan bisa juga tidak, tetapi jika ingin proses ROOT ini berhasil pada Smartphone Redmi 8 yang kalian miliki, maka paling tidak kalian harus memenuhi kondisi ideal dibawah ini :


  1. Kapasitas Battery paling tidak 50%
  2. Semua persyaratan diatas sudah kalian penuhi dan pastikan sesuai seperti yang sudah kami gambarkan
  3. Mendownload aplikasi ROOT Checker pada Google Play Store yang nantinya akan sangat berguna untuk melihat status ROOT apakah sudah sukses atau tidak


Jika, kondisi Ideal diatas bisa kalian penuhi, maka setelah ini, kita sudah siap untuk melakukan ROOT pada Smartphone Android Redmi 8.

Kami hanya akan masuk pada pembahasan inti saja dan akan kami jelaskan secara singkat saja, karena semua penjelasan terkait, sudah kami jelaskan secara lengkap dan berurutan pada pembahasan diatas.


Cara ROOT Redmi 8 (Olive)


  1. Silahkan buat Redmi 8, masuk ke dalam Mode TWRP dengan cara menekan Tombol Volume Up (+) dan Power bersamaan saat Redmi 8 dalam kondisi Power Off.
  2. Pilih opsi Install.
ROOT Redmi 8 Olive, Magisk ROOT Redmi 8, Cara ROOT Redmi 8, Tutorial ROOT Redmi 8, Panduan ROOT Redmi 8, Bagaimana cara ROOT Redmi 8, Apa itu ROOT Redmi 8, Cara mendapatkan ROOT di Redmi 8, Magisk ROOT Ginkgo
  1. Cari File Magisk yang telah kalian Download sebelumnya.
  2. Setelahnya, Flash File Magisk tersebut.
  3. Prosesnya akan cepat selesai.
  4. Setelahnya, lakukan Reboot.
  5. Booting pertama setelah ROOT bisa memakan waktu hingga 15 Menit atau lebih
  6. Done!



Terjadi Bootloop setelahnya ?


Beberapa dari kalian mungkin akan menemui kasus seperti ini setelah melakukan proses ROOT pada Smartphone Android Redmi 8, yaitu adalah kasus Bootloop.


  1. Bootloop sendiri adalah masalah yang umum terjadi pada Smartphone Android kebanyakan, yang memikili ciri kondisi masalah yaitu pada saat BootingOS gagal masuk ke Homescreen dan proses Boot akan selalu terulang-ulang sampai kapanpun.


Maka, jika kalian menemui masalah seperti ini, kalian tidak perlu khwatir, karena disini kami punya solusi untuk masalah tersebut.

Solusinya adalah, kalian hanya perlu melakukan Flash File DM-Verity yang akan kami bagikan dibawah ini, Flash melalui TWRP setelah kalian menyelesaikan proses ROOT yang sudah kami jelaskan diatas.


Setelahnya, maka Smartphone Android Redmi 8 yang kalian miliki, akan bisa Booting secara Normal dan akses ROOT sudah bisa kalian gunakan sepenuhnya sekarang.

Dengan demikian, selesai sudah artikel Tutorial terkait cara melakukan ROOT untuk Smartphone Android Redmi 8 (Olive) tersebut.

Dari apa yang terlihat, Tutorial ini memang sangat mudah untuk dilaksanakan, karena hanya perlu beberapa langkah saja, maka Redmi 8 kalian sudah bisa memiliki akses ROOT secara penuh.

Tetapi, kondisi tersebut baru akan bisa tercapai, jika semua persyaratan yang sudah kami sampaikan diatas, bisa untuk kalian penuhi semuanya dan yang paling penting adalah jika kalian bisa memenuhi kondisi ideal yang sudah kami sebutkan sebelumnya.

Maka, harusnya sekarang Redmi 8 yang kalian miliki sudah bisa mendapatkan akses ROOT tersebut dan selalu ingat, lakukan semua hal yang sudah kami tuliskan diatas dengan benar dan teliti, agar hasilnya bisa seperti yang diharapkan.

Akhir kata, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian, semua hal yang kalian inginkan bisa terpenuhi dan semoga hari kalian menyenangkan. P.AW ~ DRD

10/18/2019

Cara ROOT Redmi Note 8 (Ginkgo) cepat dan mudah

ROOT Redmi Note 8 Ginkgo, Magisk ROOT ROOT Redmi Note 8, Cara ROOT Redmi Note 8, Tutorial ROOT Redmi Note 8, Panduan ROOT Redmi Note 8, Bagaimana cara ROOT Redmi Note 8, Apa itu ROOT Redmi Note 8, Cara mendapatkan ROOT di Redmi Note 8, Magisk ROOT Ginkgo

Setelah sukses dengan seri Redmi Note 7, kini pihak Xiaomi kembali merilis sebuah Smartphone Android suksesor pada lini Sub-Brand Redmi mereka, dengan merilis sebuah Smartphone yang tak kalah menarik dari Redmi Note 7, yaitu adalah seri lini Redmi Note 8.

Seperti yang kalian ketahui, variant Smartphone Android Redmi itu tidak pernah mengecewakan dari segi Spesifikasi dan Harganya, karena sama seperti Redmi Note 7, seri terbaru dari Redmi Note 8 ini juga membawa spesifikasi yang sangat baik dengan harga jual yang kompetitif tentunya.

Sehingga, seri Redmi Note 8 memang diramalkan juga akan meraih kesuksesan seperti seri pendahulunya, yaitu Redmi Note 7 yang beberapa lalu tampil dengan sangat memukau dan fenomenal.

Berbeda dari seri sebelumnya, pada seri Redmi Note 8 ini, pihak Xiaomi memberikan beragam perbaikan dan peningkatan dari segi functionality dan tentu saja akan ada banyak penambahan fitur baru pada seri terbaru keluarga Redmi Note tersebut.

Hal hebat yang bisa kita lihat dan temui dari lini Redmi Note 8 ini adalah Desain Smartphone yang baru, Chipset Processor upgrade menggunakan Qualcomm Snapdragon 665 (11nm) dan yang paling menarik adalah Smartphone Android Redmi Note 8 ini hadir dengan 4 buah kamera utama!

Tentu saja, untuk segment kelas menengah, maka Redmi Note 8 ini akan mampu bersaing secara kompetitif dengan Produk pesaing, karena jika kita lihat dari Spesifikasi dan fitur, maka sudah jelas Smartphone Android Redmi Note 8 ini adalah salah satu yang terbaik yang bisa kita temui sekarang ini.

Selanjutnya, perlu kalian ketahui, sebenarnya lini Redmi Note 8 ini hadir dalam 2 buah versi berbeda, salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah khusus untuk seri Regulernya saja, yaitu adalah Redmi Note 8 saja.

Lalu, ada lagi variant lainnya yang memiliki Spesifikasi yang lebih tinggi, yaitu adalah Redmi Note 8 Pro, sehingga pastikan kalian tidak salah dalam mengikuti tutorial ini, karena secara Spesifikasi dan Device Info, jelas sekali Smartphone Android Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro itu berbeda.

Biar lebih jelasnya, silahkan lihat pada halaman Perbandingan dan Perbedaan Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro dibawah ini :


Pastikan kalian tidak salah tempat, karena pada pembahasan ini, kami hanya akan membahas terkait masalah ROOT pada seri Redmi Note 8 saja dan tentu saja tidak bisa di implementasikan ke Smartphone Android Redmi Note 8 Pro.


Tutorial ROOT untuk Redmi Note 8 (Ginkgo)


Biar kami perjelas lagi, seperti yang sudah kami singgung sedikit diatas, pada artikel tutorial kali ini, kami hanya akan khusus berbicara terkait kepada Smartphone Android yang spesifik saja, yaitu adalah Redmi Note 8.

Sehingga, tutorial ROOT ini hanya bisa diterapkan pada seri Redmi Note 8 dengan identifikasi codenmane Ginkgo, sebenarnya mekanismenya memang menggunakan mekanisme universal dan standard dalam proses ROOTING yang umum digunakan hampir pada semua Smartphone Android yang ada saat ini.

Tetapi, pada artikel kali ini, kami juga menyertakan beberapa syarat yang harus dipenuhi, agar kalian bisa melakukan ROOT pada Smartphone Android Redmi Note 8 (Ginkgo) tersebut.

Sehingga, syarat dan bahan yang kami berikan dibawah ini hanya dikhususkan untuk seri Redmi Note 8 saja dan sekali lagi tidak bisa digunakan pada Smartphone Android Redmi Note 8 Pro, pastikan kalian tidak salah, mengerti?

Jika, kalian sudah mengerti, maka kita akan lanjutkan ke pembahasan selanjutnya, secara berurutan tentunya.


Maksud ROOT?


Mungkin diantara kalian pengguna Smartphone Android Redmi Note 8 ada yang masih awam terkait masalah teknis seperti ROOT tersebut, maka disini akan kami jelaskan sedikit, agar kalian bisa dengan mudah mengerti, kenapa ROOT ini menjadi perlu dan apa saja untung dan ruginya.

Maka, hal pertama yang harus kalian pahami adalah, apasih ROOT pada Redmi Note 8 tersebut?


  1. ROOT adalah sebuah tindakan yang dilakukan pengguna Smartphone Android terkait untuk membuka akses ke System OS Android dengan jangkauan yang lebih luas dan aman.


Sehingga, jika kita artikan maka ROOT ini memiliki arti bahwa ROOT ini adalah sebuah metode yang memang dikhususkan untuk membuka akses ke System, agar bisa di ubah Value Standard menjadi Value Custom, sesuai dengan kehendak kalian.

Maka, hal ini akan sangat terkait pada pembahasan fungsi dari ROOT yang akan kita lanjutkan pada pembahasan dibawah ini.


Fungsi ROOT


Melanjutkan dari pembahasan diatas, disini kami hanya akan sedikit saja berbicara terkait fungsi dari fitur ROOT yang nantinya akan kalian Implementasikan pada Smartphone Android Redmi Note 8.

Pada faktanya, ROOT itu memang memiliki banyak sekali fungsi, tetapi fungsi yang jelas sekali bisa kalian nikmati secara nyata adalah sebagai berikut :


  1. Akses ke System dengan Permission (R/W)
  2. Memungkinkan untuk mengubah Settingan / Value dari System
  3. Bisa digunakan untuk menginstall Custom Recovery seperti TWRP
  4. Dapat digunakan untuk menginstall Custom Kernel
  5. Bisa digunakan untuk menghapus aplikasi bawaan System yang mengganggu (Bloatware)
  6. Dapat digunakan untuk mengubah Informasi Smartphone secara basic
  7. Dapat digunakan untuk melakukan Overclock Processor
  8. Dapat digunakan untuk beragam Mod dan Tweak


Sebenarnya, fungsi yang kami sebutkan diatas hanya sedikit saja dari fungsi-fungsi lain yang bisa kalian dapatkan dari akses ROOT tersebut.

Intinya, ROOT ini akan membuat penggunaan Smartphone Android Redmi Note 8 menjadi lebih flexible dan tidak terbatas hanya dengan Settingan Standard dari OEM lagi, karena disini kalian akan berlaku sebagai seorang Super User terhadap System OS Android yang ada pada Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki.

Jika, memang demikian, apa sih Untung dan Rugi dalam penggunaan ROOT tersebut?


Untung & Rugi ROOT


Sebenarnya, jika kita lihat dari kondisinya, maka sudah jelas ROOT ini akan lebih banyak untungnya dari pada ruginya, keuntungan yang bisa kalian dapatkan adalah seperti yang sudah kami jelaskan pada scene Fungsi ROOT diatas, lalu ruginya?

Kalau dari perspektif kami, maka kami sendiri tidak melihat adanya kekurangan dari ROOT tersebut, karena ROOT sendiri bukanlah menjadi tindakan yang akan membahayakan Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki.

Bagaimana? apakah kalian sudah paham atau mengerti terkait tindakan yang akan kita lakukan pada Smartphone Android Redmi Note 8 tersebut?

Jika, iya dan kalian siap untuk melakukan ROOT pada Redmi Note 8, maka silahkan lengkapi persyaratan utama ROOT pada Redmi Note 8 dan bagaimana kondisi ideal yang harus kalian penuhi.


Persyaratan ROOT di Redmi Note 8 (Ginkgo)


Karena disini kita akan melakukan sebuah metode yang bersifat teknis, maka sudah jelas disini diperlukan beberapa persyaratan yang akan mendukung proses ROOTING yang akan kalian lakukan nantinya.

Pastikan semua persyaratan dibawah ini bisa kalian penuhi tanpa satupun yang tertinggal atau kalian lewatkan, karena kesuksesan dari proses ROOT yang akan kalian lakukan itu hampir seluruhnya tergantun pada apakah Persyaratan yang kami sebutkan dibawah ini bisa kalian ikuti atau tidak.

Jika, kalian bisa mengikuti semua persyaratan dan kondisi ideal yang akan kami jelaskan dibawah, maka 100% jaminan bahwa proses ROOT yang akan dilaksanakan nanti bisa berhasil sepenuhnya.

Baiklah, tenpa perlu berlama-lama lagi, silahkan lengkapi semua persyaratan dibawah ini :


Unlock Bootloader


Ya! kalian baru bisa melakukan ROOT pada Smartphone Android Redmi Note 8 (Ginkgo) ketika kalian sudah melakukan proses Unlock Bootloader dengan cara resmi yang sudah direkomendasikan oleh pihak Xiaomi.

Kenapa harus Unlock Bootloader? karena disini kalian perlu menggunakan sebuah Custom Recovery dalam proses ROOTING tersebut dan faktanya Custom Recovery hanya bisa digunakan, ketika Smartphone Android Redmi Note 8 kalian sudah dalam kondisi Unlock Bootloader.

Jangan khwatir untuk masalah UBL tersebut, karena kami sudah membuatkan artikel khusus terkait hal tersebut, kalian hanya perlu mengikutinya saja, pada halaman yang telah kami tulis lengkap dibawah ini :


Jika, Smartphone Android Redmi Note 8 kalian sudah dalam kondisi Unlcok Bootloader, silahkan ikuti persyaratan selanjutnya.


Custom Recovery (TWRP)


Nah, inilah yang sudah kami singgung sebelumnya, karena disini kita akan menggunakan metode ROOT dengan cara menggunakan TWRP sebagai media flashnya, cara ini memang bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan akses ROOT pada Redmi Note 8.

Tetapi, cara ini adalah cara yang paling mudah untuk digunakan dan dimengerti, walaupun kalian adalah seorang pengguna yang awam atau baru.

Jika, kalian berminat, kalian bisa saja menggunakan cara atau opsi ROOTING lain dalam proses ROOT Redmi Note 8 tersebut, dengan cara mengikuti opsi yang tersedia pada halaman dibawah ini :


Namun, jika kalian memang berniat untuk menggunakan cara ROOT dengan menggunakan media TWRP, maka silahkan pastikan bahwa TWRP sudah terpasang pada Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki.

Jika, kalian belum memiliki TWRP pada Redmi Note 8 yang kalian gunakan, silahkan pasang dan download TWRP Redmi Note 8, melalui halaman dibawah ini :


Setelah, TWRP terpasang pada Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki, maka masih ada beberapa persyaratan yang harus kalian penuhi, silahkan lanjutkan bacaan artikel ini sampai selesai.


File Magisk ROOT


Pada metode kali ini, kita akan menggunakan Magisk sebagai File ROOT Exploit yang akan dipasangkan ke System OS Android pada Smartphone Redmi Note 8 yang kalian miliki.

Meski demikian, masih ada jenis File ROOT Exploit lain sebenarnya yang bisa kalian terapkan, seperti SuperSU, tetapi disini kami hanya akan menggunakan File Magisk saja, karena Magisk memang memiliki kinerja dan fitur yang lebih baik dari pada SuperSU.

Sehingga, silahkan Download dulu File Magisk versi terbaru dari halaman dibawah ini :


Setelahnya, silahkan letakan File Magisk ROOT tersebut pada Memory Internal Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki, pada tempat yang mudah untuk kalian temukan tentunya.

Pada tahap ini, kita hanya membutuhkan 3 buah persyatan utama saja, seperti yang sudah kami jelaskan diatas, tetapi disini kalian juga harus memenuhi kondisi Ideal di Smartphone Redmi Note 8 yang kalian miliki, agar proses ROOT ini bisa berjalan dengan lancar, apa saja kondisi idealnya?


Kondisi Ideal dalam proses ROOT


Sebenarnya, scene ini hanya bersifat optional saja, bisa kalian ikuti dan bisa juga tidak, tetapi jika ingin proses ROOT ini berhasil pada Smartphone Redmi Note 8 yang kalian miliki, maka paling tidak kalian harus memenuhi kondisi ideal dibawah ini :


  1. Kapasitas Battery paling tidak 50%
  2. Semua persyaratan diatas sudah kalian penuhi dan pastikan sesuai seperti yang sudah kami gambarkan
  3. Mendownload aplikasi ROOT Checker pada Google Play Store yang nantinya akan sangat berguna untuk melihat status ROOT apakah sudah sukses atau tidak


Jika, kondisi Ideal diatas bisa kalian penuhi, maka setelah ini, kita sudah siap untuk melakukan ROOT pada Smartphone Android Redmi Note 8.

Kami hanya akan masuk pada pembahasan inti saja dan akan kami jelaskan secara singkat saja, karena semua penjelasan terkait, sudah kami jelaskan secara lengkap dan berurutan pada pembahasan diatas.


Cara ROOT Redmi Note 8 (Ginkgo)



  1. Silahkan buat Redmi Note 8, masuk ke dalam Mode TWRP dengan cara menekan Tombol Volume Up (+) dan Power bersamaan saat Redmi Note 8 dalam kondisi Power Off.
  2. Pilih opsi Install.
ROOT Redmi Note 8 Ginkgo, Magisk ROOT ROOT Redmi Note 8, Cara ROOT Redmi Note 8, Tutorial ROOT Redmi Note 8, Panduan ROOT Redmi Note 8, Bagaimana cara ROOT Redmi Note 8, Apa itu ROOT Redmi Note 8, Cara mendapatkan ROOT di Redmi Note 8, Magisk ROOT Ginkgo
  1. Cari File Magisk yang telah kalian Download sebelumnya.
  2. Setelahnya, Flash File Magisk tersebut.
  3. Prosesnya akan cepat selesai.
  4. Setelahnya, lakukan Reboot.
  5. Booting pertama setelah ROOT bisa memakan waktu hingga 15 Menit atau lebih
  6. Done!



Terjadi Bootloop setelahnya ?


Beberapa dari kalian mungkin akan menemui kasus seperti ini setelah melakukan proses ROOT pada Smartphone Android Redmi Note 8, yaitu adalah kasus Bootloop.


  1. Bootloop sendiri adalah masalah yang umum terjadi pada Smartphone Android kebanyakan, yang memikili ciri kondisi masalah yaitu pada saat Booting, OS gagal masuk ke Homescreen dan proses Boot akan selalu terulang-ulang sampai kapanpun.


Maka, jika kalian menemui masalah seperti ini, kalian tidak perlu khwatir, karena disini kami punya solusi untuk masalah tersebut.

Solusinya adalah, kalian hanya perlu melakukan Flash File DM-Verity yang akan kami bagikan dibawah ini, Flash melalui TWRP setelah kalian menyelesaikan proses ROOT yang sudah kami jelaskan diatas.


Setelahnya, maka Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian miliki, akan bisa Booting secara Normal dan akses ROOT sudah bisa kalian gunakan sepenuhnya sekarang.

Dengan demikian, berakhirlah sudah pembahasan panduan ROOT untuk pengguna Smartphone Android Redmi Note 8 tersebut.

Bagaimana? kami kira panduan yang telah kami tuliskan diatas sudah cukup jelas dan sudah bisa dipahami dengan mudah, jangan khwatirkan terkait masalah panduan yang tidak tepat, karena panduan tutorial Cara ROOT untuk Redmi Note 8 (Ginkgo) diatas sudah kami buat berdasarkan cara yang sebenarnya dan dipastikan akan berhasil.

Selanjutnya, tinggal kalian saja lagi, apakah kalian sudah bisa dengan benar 100% untuk mengikuti cara yang sudah kami tuliskan diatas?

Sebenarnya, jika kalian sudah mengikuti cara yang kami jelaskan diatas sepenuhnya, maka harusnya sekarang ini kalian sudah bisa mendapatkan akses ROOT pada Smartphone Android Redmi Note 8 yang kalian gunakan sekarang.

Akhir kata, semoga artikel diatas bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian, semoga kalian beruntung dan semoga hari kalian menyenangkan. P.AW ~ DRD

8/25/2019

Solusi atasi gagal ROOT saat menggunakan aplikasi KingRoot


Jika berbicara salah satu tools paling powerful yang bisa melakukan ROOT ke banyak device Android dengan metode One CLick ROOT maka sudah pasti predikat tersebut di pegang oleh aplikasi KingRoot dan benar saja aplikasi ini telah banyak di percaya pengguna device Android dari seluruh dunia untuk bisa melakukan ROOT pada device Android kesayangan mereka.

Kehebatan dari teknik ROOT dengan menggunakan metode aplikasi KingRoot tersebut adalah mudahnya dalam pengerjaannya, karena kalian hanya perlu melakukan Installasi terhadap aplikasi tersebut dan langsung saja lakukan ROOT dari aplikasi tersebut, lalu pengerjaannya yang mudah tanpa PC (meski ada juga versi PC-nya) menjadi faktor utama, kenapa metode ROOT dengan aplikasi KingRoot tersebut banyak di sukai orang.

Tetapi, tidak selamanya metode ROOT menggunakan aplikasi KingRoot tersebut berhasil, karena ada beberapa persyaratan dan upaya yang mesti kalian lakukan agar bisa mendapat akses ROOT dari aplikasi ini dan hal ini juga bisa menjadi solusi bagi kalian yang sebelumnya gagal dalam melakukan ROOT dengan aplikasi KingRot tersebut, dan itu adalah :

Solusi atasi gagal ROOT saat menggunakan aplikasi KingRoot

1. Aktifkan opsi "Unknown Source"
Ya, hal pertama yang perlu kalian lakukan untuk bisa melakukan ROOT dengan aplikasi KingRoot tersebut adalah dengan mengaktifkan fitur/opsi "Unknown Source", karena aplikasi KingRoot bukan berasal dari Play Store, maka untuk menginstallkan aplikasi tersebut ke smartphone Android kalian, maka kalian perlu mencentang atau mengaktifkan opsi tersebut, jika tidak maka kalian tidak akan bisa melakukan ROOT, karena dari awalnya saja aplikasi ini sudah tidak di ijinkan untuk bisa di pasangkan di smartphone Android kalian.



2. Perhatikan koneksi Internet
Faktanya, aplikasi KingRoot ini hanya mampu melakukan ROOT ke device Android kalian, jia device kalian terhubung ke Internet, kenapa? karena aplikasi KingRoot ini perlu melakukan "load" ke database Informasi dari spesifikasi smartphone kalian, lalu mendownload file ROOT yang tepat untuk system smartphone Android kalian, itulah alasannya kenapa progress ROOT dengan menggunakan aplikasi KingRoot tersebut bisa berlangung cukup lama, karena aplikasi ini perlu meload data dari ribuan data smartphone yang telah mereka arsipkan, itulah alasannya kenapa koneksi Internet yang baik sangat di perlukan untuk bisa melakukan ROOT ke device Android kalian.

3. Gunakan aplikasi KingRoot paling baru
Sama seperti aplikasi Android lainnya, aplikasi KingRoot tersebut juga sering di perbaharui, alasannya cukup sederhana yaitu agar bisa melakukan ROOT kepada versi Android paling baru atau paling tinggi, sehingga pastikan sebelum kalian melakukan ROOT dengan aplikasi KingRoot tersebut, usahakan gunakan versi yang paling baru, untuk mendapatkan aplikasi paling baru tersebut, kalian bisa mengunjungi situs resmi KingRoot DISINI, lalu unduh (Download) aplikasi KingRoot terbaru, lalu segera eksekusi dan lihat hasilnya.



4. Gunakan aplikasi KingRoot khusus PC
Jika kalian gagal melulu melakukan ROOT dengan aplikasi KingRoot di smartphone Android kalian, maka kalian bisa upayakan menggunakan teknik ROOT dengan aplikasi KingRoot dari PC, karena bayak kasus di mana pengguna Android gagal melakukan ROOT dengan aplikasi KingRoot di smartphone Android mereka, tetapi berhasil melakukan ROOT dengan aplikasi KingRoot versi PC, adapun syarat yang mesti kalian penuhi adalah sebagai berikut :


# Silahkan download aplikasi KingRoot PC resmi DISINI
# Aktifkan opsi USB Debugging, untuk caranya bagi yang tidak tahu atau mengerti bisa mengikuti tutorial di bawah ini :


# Kabel USB

Jika semua syarat sudah kalian penuhi, maka langsung saja di eksekusi, cara melakukan ROOT-nya pun cukup mudah, kalian hanya perlu menyambungkan device kalian ke PC lalu jalankan aplikasi KingRoot for PC dan tekan ROOT, beres!

Jika pada akhirnya kalian masih tetap saja gagal dalam melakukan ROOT terhadap device kalian dengan menggunakan metode KingRoot tersebut, maka bisa jadi device kalian memang tidak di support oleh aplikasi tersebut, atau device kalian memang tidak di ROOT dengan cara yang biasa.

Karena semakin kesini memang dalam melakukan ROOT pada device Android memang menjadi lebih sulit, dan eksistensi dari keampuhan metode ROOT dari KingRoot tersebut menjadi kian berkurang, hal ini terjadi karena beberapa vendor smartphone telah melakukan implementasi security terbaru yang membuat device Android besutan mereka akan sangat sulit di ROOT dengan aplikasi sejenis ini, dan kasus ini biasanya terjadi pada smartphone Branded yang terkenal yang notabene untuk melakukan ROOT-nya harus melakukan Unlock Bootloader terlebih dahulu, lalu memasangkan Custom Recovery seperti TWRP, dan melakukan Flashing file ROOT seperti SuperSU atau Magisk.

Sehingga dengan demikian KingRoot tersebut tidak bisa di gunakan untuk melakukan ROOT atas dasar security dari smartphone Android yang kalian coba ROOT itu tinggi (smartphone branded), jika kalian sudah mengupayakan solusi diatas dan tetap saja gagal, maka sudah bisa di pastikan metode ROOT dengan KingRoot tersebut tidak dapat berkerja di device kalian, dan kalian mesti menggunakan cara yang lain seperti dengan cara paling ampuh, yaitu melakukan Flashing file ROOT (SuperSU atau Magisk) ke system Android kalian.