RILIS ARTIKEL TERBARU


Melakukan update terhadap smartphone saat ini memang sudah menjadi hal yang wajar dan sangat baik jika kalian lakukan secara rutin dalam periode tertentu, kemudahan akan mengupdate versi firmware sekarang ini juga sudah sangat mudah di lakukan, dengan artian kalian hanya perlu mengisi kouta internet atau nebeng koneksi Wi-Fi lalu kalian hanya perlu melakukan update versi secara online saja, namun tahukah kalian bahwa tidak selamanya kemudahan dalam mengupdate firmware secara online atau OTA ini aman di lakukan, untuk itu ketahui kondisi ini, karena kalian akan sangat di rugikan jika mengupdate versi fimrware malah membawa bencana pada device kalian.

Hal terkait bencana ini adalah hal merugikan seperti penurunan performance, beberapa fungsi yang tidak berkerja, random reboot bahkan yang lebih parahnya bisa menyebabkan bootloop hingga hard brick, dan faktanya semua hal tersebut hanya akan bisa terjadi jika kalian melakukan update via OTA saja, kalau secara offline dengan bantuan PC, maka hal tersebut tidak perlu di khwatirkan, berikut beberapa hal yang perlu kalian tahu agar kalian tidak menyesal pada akhirnya.

1. Jangan selalu melakukan update firmware jika notifikasi update muncul
Melakukan update secara rutin memang baik untuk device kalian, namun akan menjadi merugikan jika kalian melakukan update pada jenis update minor, dengan artian pembaharuan dengan skala perbaikan kecil namun dengan size yang besar, tentu saja hal pertama yang kalian dapati adalah kehabisan kouta internet jika tidak menggunakan Wi-Fi, lalu benar saja device akan semakin melambat karena versi lama akan di replace dengan versi firmware baru, namun perlu kalian ingat hal ini hanya bisa terjadi jika kalian melakukan update secara OTA saja.

2. Perhatikan koneksi internet sebelum melakukan update
Hal ini yang sering sekali membuat device yang di update mengalami masalah besar seperti bootloop bahkan brick, dengan artian ketika device mulai mendownload komponen firmware, maka harusnya koneksi internet harus stabil, jika tidak maka file yang di download akan corrupt dan ketika di install ke system maka hal terjadi ialah device akan bootloop atau hard brick, hati-hatilah dengan hal ini.

3. Usahakan kondisi baterai penuh
Hal ini juga sangat sering di abaikan oleh pengguna smartphone Android yang ingin melakukan update versi firmware, jika saat device kalian melakukan download firmware secara OTA dan menginstallkan firmware tersebut ke device kalian, dan sewaktu itu kebetulan device kalian tiba-tiba mati kehabisan baterai, maka hal yang terjadi pasti hard brick.

4. Setelah selesai melakukan update via OTA segera lakukan pembersihan cache
Jika setelah kalian melakukan update dan tiba-tiba device kalian menjadi lamban, maka masalah utamanya adalah file junk yang tidak berguna yang sudah menumpuk, untuk itu segera lakukan pembersihan terhadap device kalian jika sudah berhasil melakukan update secara online via OTA, agar performance device kalian tidak menurun.

Sebenarnya masih banyak hal yang perlu kalian tahu selain ke-4 hal tersebut di atas, namun setelah di pertimbangkan 4 masalah utama diatas adalah yang paling besar menyebabkan kerugian pada smartphone kalian, jika kalian melakukan update OTA. Harapannya adalah agar di masa mendatang kalian sudah lebih tahu masalah apa yang di timbulkan karena update via OTA ini, dan juga bagaimana cara menghindarinya, semoga saja artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan kalian untuk kedepannya.
bm

Suka makan gorengan tapi minyaknya jangan banyak, cita-cita jadi insinyur.


Post a Comment